Apa itu SegentongAsa?

Foto saya
Segentong penuh asa siap mengiringi perjalanan masa depanmu :)

Minggu, 11 Maret 2012

Diskusi Kuliah di 'Rumah' Mark Zuckerberg: Pemanfaatan Facebook sebagai Media Pembelajaran





BAB I
PENDAHULUAN


      A.      Latar Belakang

Pembelajaran di kelas secara konservatif memang masih dilakukan hingga pada era modern seperti saat ini. Namun tentunya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi juga mengambil peran dalam kegiatan pencerdasan manusia dalam bidang pendidikan. Sebut saja berkembangnya media pembelajaran seperti CD pembelajaran interaktif yang menarik siswa terutama pada jenjang Sekolah Dasar untuk mau belajar mengenai materi yang diberikan karena CD pembelajaran interaktif cenderung menarik dengan kombinasi warna dan gambar serta animasi. Selain itu terjadinya kombinasi kegiatan seperti membaca, mendengarkan, serta melakukan langsung. Interaksi diperlukan untuk menarik atensi pembelajar. Lalu, apakah hanya dengan CD Interaktif kegiatan-kegiatan yang menarik minat belajar tersebut dapat dilakukan?
Media jejaring social seperti Facebook cukup mumpuni untuk melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas konservatif. Seperti yang diterapkan oleh Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta pada mata kuliah Difusi Inovasi. Mata kuliah ini menerapkan diskusi online via grup Facebook. Mahasiswa dan dosen yang mengampu mata kuliah ini akan tergabung dalam sebuah grup. Dosen akan memberikan pertanyaan dan mahasiswa mulai berdiskusi. Diskusi pun menajdi lebih hidup karena dilengkapi dengan gambar, diagram, serta juga bisa berupa tautan referensi bacaan dari artikel yang didapat dari internet. Sehingga mahasiswa lain pun menjadi lebih kaya bahan bacannya.
Di sini, penulis akan mencoba menganalisa atas survey yang dilakukan mengenai efektivitas pemanfaatan Facebook dalam mata kuliah Difusi Inovasi.

B.      Pertanyaan Survey
Anda tentunya sudah tahu bener, persamaan dan perbedaan inovasinya di Rogers dgn Reigeluth. Kalau belum tahu, kebangeten deh! Itu ngeledek namanya. Rogers itu ... berteori tentang inovasi dan difusinya secara umum. Teorinya bida dikembangkan di berbagai bidang. Reigeluth itu kan ahlinya TP, dia berteori tentang inovasi dan difusinya di bidang pendidikan/pembelajaran. Cermati deh persamaan dan perbedaannya, asyiiik lho. Nah sekarang berikan tanggapan Anda, "Apakah Forum Group Discussion IDP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?". Kalau Anda jawab "YES", atau "NO" atau "YES & NO", berikan alasan mengacu pada teori Rogers & Reigeluth. Biasanya mahasiswa/i kudu pinter cari dan kasih alasan. OK? Met berdiskusi.”
Oleh Prof. DR. B. P. Sitepu, MA

C.      Tujuan dan Manfaat Hasil Survey
·         Mengetahui keaktifan mahasiswa dalam grup Facebook DIP
·         Menganalisa ragam jawaban dalam diskusi grup Facebook DIP
·         Menganalisa keefektifan grup Facebook DIP sebagai media pembelajaran

D.     Responden Survey dan Teknik Survey
Responden dalam survey ini merupakana mahasiswa jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Reguler angkatan 2010 yang mengambil mata kuliuah Difusi Inovasi Pendidikan.
Penulis menggunakan teknik survey berupa pendataan mahasiswa yang tergabung dalam grup Facebook DIP, mengumpulkan jawaban yang diberikan dalam pertanyaan yang diajukan dosen pengampu, mengklasifikasikan jawaban, melakukan analisis serta menarik kesimpulan.



BAB II
HASIL SURVEY

           Berikut merupakan data yang sudah penulis kumpulkan yang disajikan berupa tabulasi.

            Tabel Data Keaktifan Mahasiswa

Tindakan
Jumlah Mahasiswa
Presentase
 (%)
Menjawab
29
94
Tidak Menjawab
2
6
TOTAL
31
100


           



  

 Tabel Ragam Jawaban
Indikator Jawaban
Jumlah Mahasiswa
Presentase
(%)
YES
12
39
NO
1
3
YES & NO
16
52
Belum Menjawab
2
7
TOTAL
31
100






Klasifikasi Jawaban Berdasarkan Alasan
Tabel Data Klasifikasi Jawaban
Kategori Jawaban
Kategori Alasan
Jumlah
Presentase
%
YES
Y1
6
19

Y2
1
3

Y3
1
3

Y4
2
6

Y5
1
3

Y6
1
3
NO
N
1
3
YES  &NO
YN1
15
48

YN2
1
3
BELUM JAWAB
BJ
2
6

TOTAL
31
100







BAB III
PEMBAHASAN

Dari data-data yang sudah penulis sajikan di atas, terlihat bahwa sebenarnya  keragaman jawaban membuat pengetahuan mahasiswa menjadi lebih kaya. Walaupun tentunya ada jawaban yang mendominasi. Mahasiswa pun cukup aktif berdiskusi dalam grup diskusi DIP di Facebook. Walaupun frekuensi keaktifannya tidak stabil, yaitu terkadang diskusinya “rame” terkadang “sepi”. Menurut saya hal tersebut bukan tanpa alasan, melainkan dikarenakan (1) terbatasnya jaringan internet untuk mengakses Facebook sebagai media dalam pembelajaran mata kuliah DIP; (2) Availability Mahasiswa; (3) kurangnya daya inisiatif mahasiswa.
                Dari alasan yang pertama, jelas bahwa sarana dan prasarana untuk mengakses media pembelajaran ini belum merata pada setiap mahasiswa. Beberapa mahasiswa pun harus pergi ke warung internet (warnet) terlebih dahulu. Menanggapi masalah ini, solusi yang dapat dilakukan adalah  dengan cara seperti membawa laptop ke lingkungan kampus untuk memanfaatkan jaringan wifi yang tersedia.
                Namun, muncul kembali masalah yang kedua yaitu availability mahasiswa. Yang dimaksud availability  di sini adalah tersedianya waktu mahasiswa yang cukup untuk mengikuti diskusi grup Facebook DIP secara real-time. Dikarenakan jadwal kegiatan mahasiswa yang sebagian besar mempunyai kegiatan lain di luar kegiatan akademis, di antaranya seperti kerja paruh waktu; organisasi; dan lain-lain; maka tidak memungkinkan mahasiswa untuk mengikuti diskusi secara tepat waktu.
                Selanjutnya, terdapat faktor yang ketiga yaitu mengenai daya inisiatif mahasiswa. Mahasiswa cenderung menunggu temannya terlebih dahulu untuk melihat jawaban, yang dimaksudkan untuk mendapat inspirasi terlebih dahulu dalam menjawab, namun bukan dengan niat untuk mencontoh atau plagiarism. Kurangnya daya inisiatif mahasiswa tersebut dalam menjawab pertanyaan diskusi yang diajukan dosen, akan menghambat berjalannya diskusi.
                Terlepas dari berbagai faktor penghambat yang sudah diuraikan di atas, bagaimana pun grup diskusi Facebook DIP tetap harus dilanjutkan. Saran yang dapat penulis berikan terkait dengan faktor-faktor penghambat di atas adalah sebaiknya pertanyaan yang diajukan diberi jadwal atau dibatasi jumlahnya. Karena terkadang dosen pengampu memberikan pertanyaan diskusi secara tidak tentu jumlahnya dalam jangka waktu yang terlalu berdekatan. Ada baiknya satu bahasan focus untuk didiskusikan bersama hingga tercapainya sebuah kesimpulan sebelum akhirnya diturunkan pertanyaan baru.

BAB IV
KESIMPULAN

                Aktivitas diskusi dalam grup Facebook DIP cukup “hidup” dan dapat dinilai membantu mahasiswa untuk menyampaikan gagasan atau aspirasi menurut perspektif individu yang juga diperkaya oleh referensi bacaan lain yang sudah dibagikan oleh mahasiswa lain dalam laman Facebook. Efektivitas grup ini pun dapat dikategorikan sudah cukup baik atau sudah efektif.


DAFTAR PUSTAKA

                Rogers, Everett M., 2003. Diffusion of Innovation. New York: Free Press
http://renataliaa.wordpress.com/2011/05/24/penggunaan-facebook-sebagai-media-pembelajaran/


Selasa, 15 November 2011

A Fake Cyber Space



Saturday, 5th November 2011


 Jadi ceritanya kan yah... Malam ini malem minggu dan seperti tahun-tahun sebelumnya.. Yang gue lakukan adalah bercengkerama dengan elektronik bernama televisi. Gue nonton Stand Up Comedy di Kompas TV yang lucu mampus! Okay, i should confess that I'm dying of admired @Adriandhy !
Really love his jokes! Cerdas! Kritis! Lucu! Dan ganteng! J
Hahaha. Okey, kembali ke laptop!
Yak, gue nonton TV sambil bbman dan twitteran. Walaupun gue udah tau fatwa haram yang berbunyi...
"...cuma jomblo yang ngetwit di malem minggu ini *matiin hape*"
Tapi gue terus saja memantengi TL dan menghiasinya dengan ide-ide yang ada di benak gue dalam 140 karakter.
Okay, intinya... Gue mantengin #FYMJodoh. Iseng pengen liat bentuk promote mereka yang ajaib-ajaib. Gue udah melakukan kebiasaan ini hampir sekitar tiap malem minggu selama kurun waktu 2 bulan terakhir.. Agak rancu sih antara iseng atau memaksakan punya kerjaan (karena jomblo di malem minggu sudah dapat dipastikan free of appointment, apalagi dinner. Ups!). Lalu gue membuka TL @yeahmahasiswa dan membaca salah satu twitnya yang berbunyi,

"Ganti avatar pake muka yang kece, terus ajak kenalan, mention aja masa gaberani sih~ #FYMJodoh"

Sepersekian detik di malam ini, tiba-tiba gue menemukan alasan baru yang lebih logis dan reliable atas hobi gue mantengin TL @yeahmahasiswa tiap malem minggu. Yaitu adalah.... "Kenapa gak gue coba aja nih! Bener juga, coba aja mention yak.. Apa salahnya.."
Tak lama pun gue segera bersemangat untuk ngecek 10 orang beruntung yang ke-promote sama admin. Gue baca secara terstruktur, yaitu mulai dari bawah, nomer satu.. Hem cewe. Oke nomer dua, tiga, empat, lima, enam... "Hem oke nih kayaknya. Kocak juga. Dari nama sih boleh @*japra***** coba liat aaah.."
Gue klik 'View Profile', bola ijo kecil yang berada di sudut kanan atas layar pun bergerak maju mundur sebagai indikasi page tersebut sedang loading. Gue cenat cenut nungguinnya... Dan yak! Setelah muncul, gue pun membaca Bio-nya. "Wih mantep.. Cocok nih kayaknya.." Pas liat foto.. "DEMI APA INI SI IYOT?!!"
Baiklah pembaca yang Budiman.. Mari saya jelaskan gonjang ganjing yang sebenarnya terjadi. Jadi... Gue syok dan tidak menyangka. Betapa terkejutnya gue menerima kenyataan bahwa cowo yang berhasil impress gue dari twit promote-nya dan bio-nya yang aduhai itu nyatanya adalah teman SMP gue dulu yang terkenal FREAK!
What a tweet! Hahaha.. Iyeee doi aneh banget -__-
Tapi kalo kata Mbah Dukun, yang berlalu biarkanlah berlalu.. Mari buka lembaran baru.. Tapi engga! Plis engga! Gue inget banget momen-momen ajaibnya Si Iyot ini..
Gue inget cara jalannya yang kaku, the way he fixed his glasses, or sipping the cup.. | ih ciyeee mimin tuh kan ciyeeee.. Suit suiiitt.. | -___- ah iya kenapa jadi begini. Engga! Pokoknya engga! Gak mauuuu *emot nangis jerit*
Yaaaa jadi.. Pesan moral yang dapat kita ambil dari pembelajaran hari ini adalah bahwa jangan hidup dalam dunia maya. Karena sesungguhnya lo berada dalam dunia nyata dan sadarilah bahwa dunia maya itu fake! Lo akan menemukan orang yang belum tentu benar-benar dirinya saat di dunia maya. Dan juga apa yang lo lihat di dunia maya belum tentu sama dengan keadaan dia di dunia nyata. So, be careful, be aware, and be critic!

Rabu, 17 Agustus 2011

Indonesian Youth Conference 2011



Salah satu event terbesar yang mempertemukan pemuda pemudi dari seluruh Indonesia kembali digelar tahun ini! Pertemuan? Yes. Tapi bukan pertemuan seperti apa yang anak SMP pikirkan dimana pertemuan adalah sebuah acara mengasyikkan yang di dalamnya terdapat rangkaian kegiatan: cewek cowok bertemu, berkenalan, nyanyi dan joged bareng saat Pee Wee Gaskin on stage, tukeran nomer handphone, pulang, smsan, telpon-telponan, jadian, marahan, putussss. Yak! Melenceng jauh dari apa yang sebenernya akan gue ceritakan disini. Biar jelas, gue kasih tau apa itu Indonesian Youth Conference yang sebenernya. Indonesian Youth Conference atau biasa disingkat IYC adalah gelaran akbar tahunan yang mewadahi sharing aspirasi di antara pemuda Indonesia. Nah selanjutnya ini adalah definisi resmi yang gue ambil dari website mereka. Indonesian Youth Conference (IYC) adalah sebuah kegiatan yang direncanakan dan diselenggarakan oleh pemuda, yang bertujuan untuk mengumpulkan pemuda Indonesia untuk berbagi masalah dan ide, meningkatkan kepedulian mereka terhadap isu-isu terkini serta meyakinkan masyarakat bahwa suara pemuda harus didengar dan ditanggapi dengan serius. (http://indonesianyouthconference.org/aboutus/the-story/)
IYC diprakarsai oleh Alanda Kariza dan sudah sukses digelar tahun 2010 dalam bentuk forum dan festival. Khusus untuk tahun 2011 ini IYC hadir dalam bentuk festival, namun forumnya akan kembali diadakan pada 2012 mendatang.

Nah sekarang udah jelas kan IYC itu apa. IYC 2011 berlangsung pada hari Sabtu tanggal 16 Juli 2011 di Upper Room, Wisma Nusantara. Tiket yang dijual secara online pun sudah habis terjual sejak Mei lalu. Karena satu dan dua hal gue telat beli tiket early bird dan akhirnya pasrah dengan harus membeli tiket C on the spot yang sungguh merepotkan. Fortunately, gue akhirnya bisa beli tiket A juga seharga early bird karena ditawarin kakak panitianya on the spot. YES! Itu pasti tiket early bird yang masih sisa. Haha asik deh jadi dapet goodie bag berisi berbagai majalah dari media partner dan kupon Big Gulp dari Seven Eleven, lunch, sertifikat, surprise session, dan malam kebudayaan. Untuk sesi seminarnya gue milih tema Media, Kreativitas, dan Sudut Pembaharuan. Sebenernya sebelum sesi seminar yang dimulai jam 13.00, ada sesi pembukaan yang dipimpin Program Director IYC dan seminar pembuka tentang Pendidikan sebagai warming up session dengan pembicaranya yaitu Najeela Shihab dan Anies Baswedan. Sayang gue gak bisa ikut seminar itu karena booth tiket on the spot baru dibuka jam 12 sedangkan acara dimulai jam 10.25 :(

Pembicara dalam sesi Media adalah jurnalis senior Putra Nababan dan Najwa Shihab. Mbak Nana sebagai pembicara awal menjelaskan dan akhirnya membuka mata kami tentang pentingnya Media Literasi. Sebagai pemuda yang kritis dan pastinya pikiran kita tidak mau dengan mudah disetir oleh berbagai kepentingan beberapa pihak, budaya Media Literasi perlu ditanamkan sejak dini. Bukan hanya saat sudah remaja tapi sejak dari bangku SD adalah lebih baik. Karena survey membuktikan bahwa keseluruhan jumlah masyarakat Indonesia dominan memperoleh informasi atau berita terkini lewat televisi. Sedangkan masyarakat Indonesia yang berusia remaja dominan mendapat informasi/berita lewat internet. Sedikit sekali persentasenya yang memperoleh informasi lewat media koran, majalah, dan radio. Padahal seperti yang dikatakan Bang Putra, "Internet itu menyajikan kecepatan. Fast, fast! Kalau ingin mendapat perspektif maka bacalah koran". Ya itu memang benar. Internet cenderung menghadirkan kecepatan update berita bukan keaktualan berita. Sebagai warga kota Metropolitan yang dinamis, hal ini tidak salah. Namun perlu dibarengi dengan rutinitas membaca koran agar tetap mendapat sudut pandang dalam suatu bahasan masalah. Dan televisi pun seperti yang sudah kita ketahui beralih fungsi seperti layaknya industri. Tak heran jika sekarang kita lihat di beberapa stasiun televisi ada yang pemberitaannya 'lebay' atau kadang menyudutkan suatu pihak. Itu semua adalah fenomena mata rantai yang sulit diputuskan lingkarannya. Lalu bagaimana? Sebagai pemuda pemudi Indonesia yang kritis dan oenyoe, kita harus membentengi diri dari segala intervensi negatif media yang kerap kali memapar kita. Hal ini lah yang disebut Media Literasi. Media Literasi adalah kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pesan media yang menerpanya, baik yang bersifat informatif maupun yang menghibur. Jadi informasi apapun yang kita terima jangan ditelan mentah-mentah. Analisa dan cari tau lebih dulu lagi secara mendalam mengenai informasi atau isu tersebut. Jangan sampai kita termakan kabar burung atau berita karangan yang sengaja dilempar ke publik untuk menganggu stabilitas NKRI.


 Setelah seminar Media yang cukup membuka mata dan pikiran gue, lanjut ke sesi seminar 'becandaan'. Haha gimana gak becandaan orang pembicaranya Joko Anwar dan Mirwan Adnan. Yak pas sekali buat mendinginkan otak kami yang mulai ngepul saat berdiskusi di sesi seminar Media tadi. Suasana seminar Kreativitas lebih cair dan dihujani banyak canda tawa. Tema seminar kali ini adalah Kreatif dalam Menyampaikan Aspirasi. Awalnya gue sempet bingung kenapa bukan Yoris Sebastian sebagai pembicaranya. Akhirnya gue mention-lah si Creative Junkie ini di twitter. Dan dia pun membalasnya, bilang kalo sebenarnya tahun lalu dia yang menjadi pembicara sesi Kreativitas ini dan gantian lah sama yang lain, begitu katanya. Sungguh memang orang yang baik :) Tapi ada yang gak baik, yaitu Helmi Tanthawi, partner in crime gue sedari SMA yang juga satu visi dengan gue. Dia iri dan shock karena tweet gue dibales seorang Yoris Sebastian. Dia pun segera melakukan hal yang gue lakukan tadi. Me-mention dan menanyakan kenapa Yoris gak jadi pembicara sesi ini yang padahal dia sudah mengetahui jawabannya tadi. Dan dia pun kegirangan saat tweetnya juga dibales Yoris dan dia sok-sokan nanya-nanya terus. Dia pun memamerkan tweet-tweetnya ke gue. Sungguh childish dan tidak patut ditiru…
Oke lanjut ke ulasan mengenai seminar Kreativitas ini.  Bang Joko memulai presentasinya dengan gaya santai dan bahasa yang santai pula. Tak lupa jokes juga dilemparkan ke audience secara alami dan tanpa dibuat-buat. Uh! Sungguh gue sangat mengagumi bang Joko. Dari cara ngomong bahkan jokes dia, gue tau isi kepalanya itu berbobot. Dia juga seorang yang idealis. Konsep film yang digarapnya juga pasti punya ciri khas dan ada sentuhan kreativitas tingkat dewa. Janji Joni adalah salah satu karya terbaiknya yang jadi favorit gue. Benang merah dari topik ini: Kreativitas dalam Menyampaikan Aspirasi adalah penyaluran aspirasi dapat dilakukan dengan jalan-jalan yang kreatif salah satunya dalam format film. Hemmm… jadi kangen bikin proyek film semasa SMA dulu bersama teman-teman IPA 1 :D
Pembicara kedua adalah Mirwan Adnan. Oke. Hem. Skip.



Jam 16.10 sesi seminar ketiga dimulai, Sudut Pembaharuan. Pembicaranya adalah Ibu Tri Mumpuni, insinyur pertanian IPB yang mendedikasikan dirinya untuk menerangi 60 dusun terpencil di Indonesia dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). 5 menit pertama, fine. 5 menit kemudian, sudah mulai buyar konsentrasinya apalagi pas ketemu slide itung-itungan angka yang ngebahas listrik blablabla. 30 menit, hoaaamm. Gue tengok samping kiri, dan partner gue si kebo Helmi, tidur! Gue sikutlah dia. Pembicara kedua, Bapak Budi Soehardi pendiri Roslin Orphanage di NTT. Gue udah pernah tau tentang beliau saat baca suatu artikel di Kompas. Orang hebat dan… sangat berhati mulia-lah intinya beliau ini. Beliau ngejelasin tentang awal berdirinya Roslin Orpahanage yang tidak pernah direncanakan itu. Dan… yang mengejutkan gue adalah, di saat bercerita pada kami pun ia sempat terdiam beberapa saat dan terbata ngomongnya. Ia menangis! Walaupun gak mengerung-gerung lebay sih nangisnya tapi ia seperti merasakan kenangan pahit lagi saat flashback cerita ke kami. Gue juga sempat terharu tapi gak bisa keluar air mata. Gue cukup 'merinding bulu romaku' saja saat diperlihatkan slide yang berisi foto-foto anak asuh di Roslin Orphanage sana dan kegiatan sehari-hari mereka. Ada anak yang sengaja dibuang orang tuanya dan sampai di Panti Asuhan Roslin dalam keadaan menyedihkan: malnutrisi atau kita biasa sebut kurang gizi/gizi buruk yang tandanya terlihat seperti tubuh kurus dimana hanya seperti tulang berbalut kulit namun dengan perut buncit dan wajah lesu. Sedih liatnya. Tapi gak melulu sedih, cerita prestasi juga ada. Anak asuh terbesar mereka saat ini sedang kuliah di jurusan kedokteran salah satu universitas negeri di Surabaya (kalo gak salah) lewat jalur seleksi super ketat. Wow! Hebat sungguh! Kalo mau tau tentang cerita Pak Budi bersama istrinya Bu Peggy dan anak-anaknya membangun Roslin Orphanage silahkan googling sendiri karena maaf gue gak sempet memberikan tautannya.

Now, it's time to surprise session! Hooray! Siapa sih yang bakal jadi pembicara di surprise session kali ini? Gak ada satupun audience yang tau. Kami hanya bisa berharap-harap cemas. Gue pun sempat beramsumsi bahwa guest speakernya bakalan Yoris Sebastian. Eaaaa terus aja Yoris semuanya. Hem.
Jerengjeeeeng… Dan pembicaranya adalaaaah… Desy Anwar dan Jay Subiaktoooooo!! Yeay! Tante Desy Anwar menjadi salah satu speaker favorit di gelaran IYC tahun lalu dan banyak yang nge-request supaya Tante Desy diundang lagi. Kalo Om Jay adalah karena ia salah satu role model lokal yang sungguh menginspirasi karena kecintaannya pada budaya Indonesia. Nah, Tante Desy memulai speakingnya dengan santai dan menyapa kami dengan hangat. Ia memberi kami 'wejangan' mengenai banyak hal. Mulai dari tips mencapai sukses yang akan gue tulis poin-poinnya di postingan selanjutnya sampai 3 orang yang menginspirasinya. Yaitu Dalai Lama, Richard Branson si empunya Virgin Airways, dan Kitaro. Ketiga tokoh tersebut pernah diwawancarai secara eksklusif oleh Tante Desy. Satu hal yang gue pelajari dari Tante Desy, dia senang mengenal dan bergaul dengan banyak orang. Dia juga senang berdiskusi tentang hal apapun bersama orang lain. Dan dia juga selalu melihat sisi positif seseorang, mempelajari proses hidupnya, dan mengambil hikmah dari setiap masalah atau kejadian yang menimpa tokoh tersebut sebagai bahan pembelajaran untuk dirinya yang selanjutnya akan ia sebarkan ke orang lain. And those are what I have done, on-going process actually. I love to meet new people, discuss with them. And I adore to learn about their personality which can rich my knowledge and also improve my personality to be better. Nah, abis denger 'wejangan' dari Tante Desy itu, jadi makin semangat deh gue buat mengfungsikan segentongasa ini menjadi seperti tujuan awalnya yaitu berisi kisah-kisah inspiratif para tokoh yang sukses duluan. Inget ya, tokoh yang sukses duluan, berarti ada kemungkinan gue, lo, atau orang lain di luar sana yang kemudian akan menyusul kesuksessannya dan gue posting cerita sukses lo itu di segentongasa ini suatu saat. Be prepared ya guys! :D
Lanjut ke Om Jay, gak banyak embel-embel apapun, ia langsung menyuruh operator buat nanyangin film-film pendeknya yang suka dijadiin iklan rokok itu loooh. Ciri khas dari tiap film-nya Om Jay adalah unsur kebudayaan Indonesia dan wanita asli Indonesia sebagai ikon dalam filmnya. Dua unsur yang menurut gue kuat banget karakternya. Asli merinding banget pas diputerin video yang berdurasi sekitar 3-5 menit ini. Ada beberapa video yang ia putar. Dan kesemuanya membius kami! Apalagi dengan lampu ruangan yang diredupkan juga sound yang menggelegar. Tepuk tangan riuh penonton mengakhiri penanyangan video-videonya Om Jay. After taste: Your Nasionalism has been recharged!
Kalau sebelumnya Yoris Sebastian, Joko Anwar dan beberapa public speaker kenamaan Tanah Air seperti Erwin Parengkuan, Sarah Sechan, dan Becky Tumewu sudah lebih dulu masuk dalam role-model-list gue, selanjutnya gue akan memasukkan nama Desy Anwar dan pastinya Jay Subiakto. Di saat gue hanyut sendiri dalam lamunan role-model-list gue itu, tiba-tiba kuping gue menangkap suatu kalimat dahsyat yang berasal dari pembicara, "… and the next role model is YOU!"
Deg! Speechless… Bagai tamparan. Sungguh! Di momen yang sangat tepat Om Jay berhasil menyulut kembali semangat gue. Mengaktifkan kembali hormon adrenalin gue yang sempet naik turun terus selama ini. And yeah...  You definitely rocks Om Jay! \m/


Acara selanjutnya adalah Malam Kebudayaan yang menampilkan Alexa, The Trees and The Wild, Saratus Persen dan fashion show yang dipromotori oleh clothing line, Mosseux. Berhubung malam sudah menjelang, sorry maksudnya sudah mulai larut karena udah hampir jam setengah 9, gue dan si Helmi pun bergegas keluar Upper Room buat pulang tanpa sempat liat performance Malam Kebudayaan satu pun, tapi sempet ditahan sama beberapa panitia yang jaga pintu supaya nonton video mapping panitia IYC dulu. Oke kita liat videonya dulu. Walaupun gak sempet liat performance Alexa dkk, tapi gue tetep punya foto acaranya kok :D




Setelah selesai buru-buru deh meluncur ke Stasiun Sudirman dan naik Commuter Line terakhir ke Bogor. Hhhhh selesai lah rangkaian acara yang berlangsung dari pagi tadi. Kalo si kebo Helmi matanya udah sayup-sayup selama di Commuter Line, gue gak sama sekali. Ya, dampak charged dari orang-orang hebat itu yang kembali mengaktifkan semua saraf kreativitas dan semangat gue. Tulisan dan blog ini pun gak akan terupdate kalo gak karena semangat dan mood gue naik lagi setelah beberapa bulan sempet drop.

Yak, keseluruhan acara IYC 2011 dapat dikatakan sukses dan meriah. Selanjutnya apakah tahun depan gue akan ikut menjadi peserta lagi atau akan kah menjadi panitia? Haha belum tau sih. Yang pasti, siapkan dirimu untuk Indonesian Youth Conference 2012! Karena Masa Depan Dimulai Dari Sekarang!

 Picture from: http://limitdoesntexist.wordpress.com (sorry forgot to bring camera, jadi minta deh :p)