Apa itu SegentongAsa?

Foto saya
Segentong penuh asa siap mengiringi perjalanan masa depanmu :)

Minggu, 11 Maret 2012

Diskusi Kuliah di 'Rumah' Mark Zuckerberg: Pemanfaatan Facebook sebagai Media Pembelajaran





BAB I
PENDAHULUAN


      A.      Latar Belakang

Pembelajaran di kelas secara konservatif memang masih dilakukan hingga pada era modern seperti saat ini. Namun tentunya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi juga mengambil peran dalam kegiatan pencerdasan manusia dalam bidang pendidikan. Sebut saja berkembangnya media pembelajaran seperti CD pembelajaran interaktif yang menarik siswa terutama pada jenjang Sekolah Dasar untuk mau belajar mengenai materi yang diberikan karena CD pembelajaran interaktif cenderung menarik dengan kombinasi warna dan gambar serta animasi. Selain itu terjadinya kombinasi kegiatan seperti membaca, mendengarkan, serta melakukan langsung. Interaksi diperlukan untuk menarik atensi pembelajar. Lalu, apakah hanya dengan CD Interaktif kegiatan-kegiatan yang menarik minat belajar tersebut dapat dilakukan?
Media jejaring social seperti Facebook cukup mumpuni untuk melakukan kegiatan pembelajaran di luar kelas konservatif. Seperti yang diterapkan oleh Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta pada mata kuliah Difusi Inovasi. Mata kuliah ini menerapkan diskusi online via grup Facebook. Mahasiswa dan dosen yang mengampu mata kuliah ini akan tergabung dalam sebuah grup. Dosen akan memberikan pertanyaan dan mahasiswa mulai berdiskusi. Diskusi pun menajdi lebih hidup karena dilengkapi dengan gambar, diagram, serta juga bisa berupa tautan referensi bacaan dari artikel yang didapat dari internet. Sehingga mahasiswa lain pun menjadi lebih kaya bahan bacannya.
Di sini, penulis akan mencoba menganalisa atas survey yang dilakukan mengenai efektivitas pemanfaatan Facebook dalam mata kuliah Difusi Inovasi.

B.      Pertanyaan Survey
Anda tentunya sudah tahu bener, persamaan dan perbedaan inovasinya di Rogers dgn Reigeluth. Kalau belum tahu, kebangeten deh! Itu ngeledek namanya. Rogers itu ... berteori tentang inovasi dan difusinya secara umum. Teorinya bida dikembangkan di berbagai bidang. Reigeluth itu kan ahlinya TP, dia berteori tentang inovasi dan difusinya di bidang pendidikan/pembelajaran. Cermati deh persamaan dan perbedaannya, asyiiik lho. Nah sekarang berikan tanggapan Anda, "Apakah Forum Group Discussion IDP ini termasuk inovasi dalam mata kuliah ini?". Kalau Anda jawab "YES", atau "NO" atau "YES & NO", berikan alasan mengacu pada teori Rogers & Reigeluth. Biasanya mahasiswa/i kudu pinter cari dan kasih alasan. OK? Met berdiskusi.”
Oleh Prof. DR. B. P. Sitepu, MA

C.      Tujuan dan Manfaat Hasil Survey
·         Mengetahui keaktifan mahasiswa dalam grup Facebook DIP
·         Menganalisa ragam jawaban dalam diskusi grup Facebook DIP
·         Menganalisa keefektifan grup Facebook DIP sebagai media pembelajaran

D.     Responden Survey dan Teknik Survey
Responden dalam survey ini merupakana mahasiswa jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan Reguler angkatan 2010 yang mengambil mata kuliuah Difusi Inovasi Pendidikan.
Penulis menggunakan teknik survey berupa pendataan mahasiswa yang tergabung dalam grup Facebook DIP, mengumpulkan jawaban yang diberikan dalam pertanyaan yang diajukan dosen pengampu, mengklasifikasikan jawaban, melakukan analisis serta menarik kesimpulan.



BAB II
HASIL SURVEY

           Berikut merupakan data yang sudah penulis kumpulkan yang disajikan berupa tabulasi.

            Tabel Data Keaktifan Mahasiswa

Tindakan
Jumlah Mahasiswa
Presentase
 (%)
Menjawab
29
94
Tidak Menjawab
2
6
TOTAL
31
100


           



  

 Tabel Ragam Jawaban
Indikator Jawaban
Jumlah Mahasiswa
Presentase
(%)
YES
12
39
NO
1
3
YES & NO
16
52
Belum Menjawab
2
7
TOTAL
31
100






Klasifikasi Jawaban Berdasarkan Alasan
Tabel Data Klasifikasi Jawaban
Kategori Jawaban
Kategori Alasan
Jumlah
Presentase
%
YES
Y1
6
19

Y2
1
3

Y3
1
3

Y4
2
6

Y5
1
3

Y6
1
3
NO
N
1
3
YES  &NO
YN1
15
48

YN2
1
3
BELUM JAWAB
BJ
2
6

TOTAL
31
100







BAB III
PEMBAHASAN

Dari data-data yang sudah penulis sajikan di atas, terlihat bahwa sebenarnya  keragaman jawaban membuat pengetahuan mahasiswa menjadi lebih kaya. Walaupun tentunya ada jawaban yang mendominasi. Mahasiswa pun cukup aktif berdiskusi dalam grup diskusi DIP di Facebook. Walaupun frekuensi keaktifannya tidak stabil, yaitu terkadang diskusinya “rame” terkadang “sepi”. Menurut saya hal tersebut bukan tanpa alasan, melainkan dikarenakan (1) terbatasnya jaringan internet untuk mengakses Facebook sebagai media dalam pembelajaran mata kuliah DIP; (2) Availability Mahasiswa; (3) kurangnya daya inisiatif mahasiswa.
                Dari alasan yang pertama, jelas bahwa sarana dan prasarana untuk mengakses media pembelajaran ini belum merata pada setiap mahasiswa. Beberapa mahasiswa pun harus pergi ke warung internet (warnet) terlebih dahulu. Menanggapi masalah ini, solusi yang dapat dilakukan adalah  dengan cara seperti membawa laptop ke lingkungan kampus untuk memanfaatkan jaringan wifi yang tersedia.
                Namun, muncul kembali masalah yang kedua yaitu availability mahasiswa. Yang dimaksud availability  di sini adalah tersedianya waktu mahasiswa yang cukup untuk mengikuti diskusi grup Facebook DIP secara real-time. Dikarenakan jadwal kegiatan mahasiswa yang sebagian besar mempunyai kegiatan lain di luar kegiatan akademis, di antaranya seperti kerja paruh waktu; organisasi; dan lain-lain; maka tidak memungkinkan mahasiswa untuk mengikuti diskusi secara tepat waktu.
                Selanjutnya, terdapat faktor yang ketiga yaitu mengenai daya inisiatif mahasiswa. Mahasiswa cenderung menunggu temannya terlebih dahulu untuk melihat jawaban, yang dimaksudkan untuk mendapat inspirasi terlebih dahulu dalam menjawab, namun bukan dengan niat untuk mencontoh atau plagiarism. Kurangnya daya inisiatif mahasiswa tersebut dalam menjawab pertanyaan diskusi yang diajukan dosen, akan menghambat berjalannya diskusi.
                Terlepas dari berbagai faktor penghambat yang sudah diuraikan di atas, bagaimana pun grup diskusi Facebook DIP tetap harus dilanjutkan. Saran yang dapat penulis berikan terkait dengan faktor-faktor penghambat di atas adalah sebaiknya pertanyaan yang diajukan diberi jadwal atau dibatasi jumlahnya. Karena terkadang dosen pengampu memberikan pertanyaan diskusi secara tidak tentu jumlahnya dalam jangka waktu yang terlalu berdekatan. Ada baiknya satu bahasan focus untuk didiskusikan bersama hingga tercapainya sebuah kesimpulan sebelum akhirnya diturunkan pertanyaan baru.

BAB IV
KESIMPULAN

                Aktivitas diskusi dalam grup Facebook DIP cukup “hidup” dan dapat dinilai membantu mahasiswa untuk menyampaikan gagasan atau aspirasi menurut perspektif individu yang juga diperkaya oleh referensi bacaan lain yang sudah dibagikan oleh mahasiswa lain dalam laman Facebook. Efektivitas grup ini pun dapat dikategorikan sudah cukup baik atau sudah efektif.


DAFTAR PUSTAKA

                Rogers, Everett M., 2003. Diffusion of Innovation. New York: Free Press
http://renataliaa.wordpress.com/2011/05/24/penggunaan-facebook-sebagai-media-pembelajaran/