Apa itu SegentongAsa?

Foto saya
Segentong penuh asa siap mengiringi perjalanan masa depanmu :)

Kamis, 21 Juli 2011

Review Film: 2012


Dampak setelah nonton film 2012. arahan sutradara Roland (sorry I forgot his last name although it was just 3 minutes left ). Bukan film horror, bukan juga drama romantis, apalagi komedi. No, it really a serious film. Bukan juga dapat dikategorikan sebagai fiksi-ilmiah karena ini semua jauh di luar batas nalar kita sebagai makhluk ciptaan-Nya yang diberikan kemuliaan berupa akal pikiran (baca: manusia). Mungkin gue lebih milih nonton film horror atau thriller daripada film ini. Gak ada genre yang tepat buat mengkategorikan film ini. Kalo film ini mengisahkan tentang "The End of The World", it was! Dan gak berlebihan kalo bilang ini adalah genre film 'terakhir', karena ga ada yang akan mengikutinya. Apa efek setelah lo nonton film horror? Takut, pasti. Terbayang-bayang, ya emang selalu begitu. Tapi pada akhirnya lo akan bisa tidur juga kan? And time goes by, you forget it. Ya, begitulah industri film di 'dunia' kita. Lo harus membayar untuk kesan visual yang lo nikmati, yang semakin hari semakin spektakuler saja memanjakan mata serta agak menyetir pikiran kita demi kepentingan sebagian kalangan, oke put the blame on POLITIC. Yes, I really hate this word. Don't say why, when I heard this thing, it feels like some ridiculous things are going to hit you and sink you down. Let's say conspiracy. Gue juga ga terlalu paham dengan semua itu dan mencoba untuk tidak terlalu tertarik mendalaminya karena itu terlalu bahaya menurut gue.

Hem oke beralih dari masalah konspirasi dan politik yang berbau tidak sedap didengar, sorry I have to say, you are going to hear the worst part. Balik ke film "2012" yang barusan gue tonton. Ribuan tahun lalu dari saat tulisan ini dibuat, suku Maya sudah memprediksikan bahwa tepat tanggal 21 bulan 12 tahun 2012 Bumi akan mengalami kesejajaran dengan Matahari dan benda-benda angkasa lainnya. Kerak Bumi yang sudah semakin tua pun akan ikut mengambil alih dari bencana maha dahsyat ini. Terlepas dari perhitungan teknis, yang gue inget, akan terjadinya erupsi di Matahari dimana lo tau kan emang suka ada badai kecil atau tornado (tentu materialnya api) di Matahari itu sendiri, nah ini versi 1000 trilliun lebih besar, panas, dan tentu saja membahayakan. Erupsi Matahari ini akan memancarkan gelombang radiasi ke Bumi yang akan memanaskan planet ini. Dan pemanasan itu semua bermula dari bawah kaki kita. Kedalaman sekitar 20.000 kaki. Singkat cerita, disaat semuanya sudah hancur lebur. Gak bisa bayangin yang sesungguhnya akan terjadi pada dunia kita ini, namun berdasarkan film tersebut, silahkan bayangkan gunung berapi yang mengeluarkan lahar panas tiba-tiba muncul dari permukaan tanah di suatu pulau paling indah di masa kita dulu, banjir bandang yang menyapu seluruh kota, gempa lebih dari 12 skala Richter yang bukan saja menggoyangkan jembatan Seattle tapi juga menerbangkan semua jalan layang (yes they went to their real meaning: fly over street), membuat gelombang Tsunami 9000x lebih dahsyat dari yang pernah menghantam Aceh dan Jepang, kalo udah gitu jangan pernah memikirkan tentang gedung kaca pencakar langit dengan arsitekstur terkini bergaya modern nan futuristik, justru benda itulah yang akan hancur pertama. Patung Jesus Christ yang ada di sebuah bukit di Brazil hancur lebur, gemerlap lampu temaram menara Eiffel pun tenggelam ditelan bumi beserta semua kenangan romantis generasi ke generasi. Kedengeran kacau banget bukan? Engga. Gak kacau sih tapi ini KACAU BANGET. So who the man that can fix all of this? No one. No body. Because this is The End of The World.

Sebagai film Hollywood, ga mungkin mereka tidak menyisipkan propaganda Pro-Amerika atau penguatan kekuatan dan kekuasaan negara adidaya tersebut, yang sering disuntikkkan dalam film dalam dosis kecil namun rutin dan bertahap. Dan lebih tidak mungkin apabila akhir cerita ini adalah semua orang mati dan sebelum mati itu mereka berdoa pada Tuhan mereka. Jangankan itu, tidak mungkin lagi apabila mereka di saat genting dan momen Aku-Ingin-Lari-Sebisaku berkonsentrasi dengan sangat pada penyiapan dan operasional Spaceships. Spaceships? Ya, para orang-orang tidak beriman itu mencoba melawan takdir tuhan dengan akal mereka. Mengerjakan proyek Kapal Ruang Angkasa yang dipakai untuk menyelamatkan diri dari 'akhir dunia'. Mock on their stupidity. Akal manusia yang sudah diberikan Allah SWT tidak akan bisa menembus dimensi pemikiran seperti itu. Satu yang benar dari film ini, "when this time is coming, people will going to be anarchy". Dan memang itu yang sesungguhnya akan terjadi. Dari buku Islam eceran jaman dahulu yang pernah gue baca, saat kiamat itu kita ga akan peduli sama harta benda, orang terkaya di dunia, artis cantik atau penyanyi ganteng, pacar, keluarga, bahkan orang tua kita sendiri. Because it's time to save yourself and you are in a rush! Bayangin lo dikejar badai Tsunami dengan kapal pesiar besar yang terombang-ambing tak berdaya di atasnya sedang menuju ke arah lo, sedangkan disitu ada pemain drum jago, hebat nan ganteng yang memanggilmu minta pertolongan. What will you do? Run and leave him of course! Tapi naudzubillahimindzalik! Jangan sampe kita ngerasain kayak gitu. Karena (masih menurut buku  yang gue baca) orang-orang yang sempat merasakan pedihnya kiamat  adalah orang-orang yang kena azab.

Masih inget cerita Nabi Nuh kan? Banjir bandang datang menyapu semua daratan dan Nabi Nuh sebelumnya sudah menyiapkan sebuah kapal super besar di atas suatu pegunungan sebagai langkah penyelamatan dirinya beseta umat dan hewan-hewan lainnya atas perintah Allah SWT. Konsep itulah yang diadopsi dari penciptaan Spaceship di 2012 ini. Tapi lo tau kan ini mustahil. Ga ada yang bisa selamat dari kiamat yang sudah ditakdirkan Allah itu. Yang udah tertulis di Lauhul Mahfudzh sebelum Allah SWT menciptakan dunia ini. Terus apa perlu kita takut? Ya. Tapi takut dan mohon ampunan lah kau pada Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam Semesta. And it must be do from now on. Sebagai makhluk beragama yang alhamdulillah mendapat nikmat paling indah: nikmat Islam, kita harus percaya bahwa hari akhir itu akan datang. Tapi kan? Tak seorang pun tahu. Bahkan malaikat pun tidak ada yang mengetahuinya. Apalagi suku Maya kan? Jadi selama manusia masih bisa memprediksi tanggal dimana Hari Akhir itu akan tiba, menurut gue kita tidak perlu terlalu memusingkannya. Tapi jangan juga dianggap sepele. Benar Bumi ini sudah tua. Dan mungkin keseimbangan alam juga sudah lelah menjaga kestabilannya, they need some Big Bang! Again. Don't ever feel fear. Come back to Your Honour. Allah SWT. Mohon ampun dan minta perlindungan padaNya. Karena Dialah satu-satunya penyelamat bagi kita, Sang Secuil dari Alam Semesta. Karena seperti kalimat persuasif pada cover film ini. Yes, We Were Warned!