Apa itu SegentongAsa?

Foto saya
Segentong penuh asa siap mengiringi perjalanan masa depanmu :)

Selasa, 15 November 2011

A Fake Cyber Space



Saturday, 5th November 2011


 Jadi ceritanya kan yah... Malam ini malem minggu dan seperti tahun-tahun sebelumnya.. Yang gue lakukan adalah bercengkerama dengan elektronik bernama televisi. Gue nonton Stand Up Comedy di Kompas TV yang lucu mampus! Okay, i should confess that I'm dying of admired @Adriandhy !
Really love his jokes! Cerdas! Kritis! Lucu! Dan ganteng! J
Hahaha. Okey, kembali ke laptop!
Yak, gue nonton TV sambil bbman dan twitteran. Walaupun gue udah tau fatwa haram yang berbunyi...
"...cuma jomblo yang ngetwit di malem minggu ini *matiin hape*"
Tapi gue terus saja memantengi TL dan menghiasinya dengan ide-ide yang ada di benak gue dalam 140 karakter.
Okay, intinya... Gue mantengin #FYMJodoh. Iseng pengen liat bentuk promote mereka yang ajaib-ajaib. Gue udah melakukan kebiasaan ini hampir sekitar tiap malem minggu selama kurun waktu 2 bulan terakhir.. Agak rancu sih antara iseng atau memaksakan punya kerjaan (karena jomblo di malem minggu sudah dapat dipastikan free of appointment, apalagi dinner. Ups!). Lalu gue membuka TL @yeahmahasiswa dan membaca salah satu twitnya yang berbunyi,

"Ganti avatar pake muka yang kece, terus ajak kenalan, mention aja masa gaberani sih~ #FYMJodoh"

Sepersekian detik di malam ini, tiba-tiba gue menemukan alasan baru yang lebih logis dan reliable atas hobi gue mantengin TL @yeahmahasiswa tiap malem minggu. Yaitu adalah.... "Kenapa gak gue coba aja nih! Bener juga, coba aja mention yak.. Apa salahnya.."
Tak lama pun gue segera bersemangat untuk ngecek 10 orang beruntung yang ke-promote sama admin. Gue baca secara terstruktur, yaitu mulai dari bawah, nomer satu.. Hem cewe. Oke nomer dua, tiga, empat, lima, enam... "Hem oke nih kayaknya. Kocak juga. Dari nama sih boleh @*japra***** coba liat aaah.."
Gue klik 'View Profile', bola ijo kecil yang berada di sudut kanan atas layar pun bergerak maju mundur sebagai indikasi page tersebut sedang loading. Gue cenat cenut nungguinnya... Dan yak! Setelah muncul, gue pun membaca Bio-nya. "Wih mantep.. Cocok nih kayaknya.." Pas liat foto.. "DEMI APA INI SI IYOT?!!"
Baiklah pembaca yang Budiman.. Mari saya jelaskan gonjang ganjing yang sebenarnya terjadi. Jadi... Gue syok dan tidak menyangka. Betapa terkejutnya gue menerima kenyataan bahwa cowo yang berhasil impress gue dari twit promote-nya dan bio-nya yang aduhai itu nyatanya adalah teman SMP gue dulu yang terkenal FREAK!
What a tweet! Hahaha.. Iyeee doi aneh banget -__-
Tapi kalo kata Mbah Dukun, yang berlalu biarkanlah berlalu.. Mari buka lembaran baru.. Tapi engga! Plis engga! Gue inget banget momen-momen ajaibnya Si Iyot ini..
Gue inget cara jalannya yang kaku, the way he fixed his glasses, or sipping the cup.. | ih ciyeee mimin tuh kan ciyeeee.. Suit suiiitt.. | -___- ah iya kenapa jadi begini. Engga! Pokoknya engga! Gak mauuuu *emot nangis jerit*
Yaaaa jadi.. Pesan moral yang dapat kita ambil dari pembelajaran hari ini adalah bahwa jangan hidup dalam dunia maya. Karena sesungguhnya lo berada dalam dunia nyata dan sadarilah bahwa dunia maya itu fake! Lo akan menemukan orang yang belum tentu benar-benar dirinya saat di dunia maya. Dan juga apa yang lo lihat di dunia maya belum tentu sama dengan keadaan dia di dunia nyata. So, be careful, be aware, and be critic!

Rabu, 17 Agustus 2011

Indonesian Youth Conference 2011



Salah satu event terbesar yang mempertemukan pemuda pemudi dari seluruh Indonesia kembali digelar tahun ini! Pertemuan? Yes. Tapi bukan pertemuan seperti apa yang anak SMP pikirkan dimana pertemuan adalah sebuah acara mengasyikkan yang di dalamnya terdapat rangkaian kegiatan: cewek cowok bertemu, berkenalan, nyanyi dan joged bareng saat Pee Wee Gaskin on stage, tukeran nomer handphone, pulang, smsan, telpon-telponan, jadian, marahan, putussss. Yak! Melenceng jauh dari apa yang sebenernya akan gue ceritakan disini. Biar jelas, gue kasih tau apa itu Indonesian Youth Conference yang sebenernya. Indonesian Youth Conference atau biasa disingkat IYC adalah gelaran akbar tahunan yang mewadahi sharing aspirasi di antara pemuda Indonesia. Nah selanjutnya ini adalah definisi resmi yang gue ambil dari website mereka. Indonesian Youth Conference (IYC) adalah sebuah kegiatan yang direncanakan dan diselenggarakan oleh pemuda, yang bertujuan untuk mengumpulkan pemuda Indonesia untuk berbagi masalah dan ide, meningkatkan kepedulian mereka terhadap isu-isu terkini serta meyakinkan masyarakat bahwa suara pemuda harus didengar dan ditanggapi dengan serius. (http://indonesianyouthconference.org/aboutus/the-story/)
IYC diprakarsai oleh Alanda Kariza dan sudah sukses digelar tahun 2010 dalam bentuk forum dan festival. Khusus untuk tahun 2011 ini IYC hadir dalam bentuk festival, namun forumnya akan kembali diadakan pada 2012 mendatang.

Nah sekarang udah jelas kan IYC itu apa. IYC 2011 berlangsung pada hari Sabtu tanggal 16 Juli 2011 di Upper Room, Wisma Nusantara. Tiket yang dijual secara online pun sudah habis terjual sejak Mei lalu. Karena satu dan dua hal gue telat beli tiket early bird dan akhirnya pasrah dengan harus membeli tiket C on the spot yang sungguh merepotkan. Fortunately, gue akhirnya bisa beli tiket A juga seharga early bird karena ditawarin kakak panitianya on the spot. YES! Itu pasti tiket early bird yang masih sisa. Haha asik deh jadi dapet goodie bag berisi berbagai majalah dari media partner dan kupon Big Gulp dari Seven Eleven, lunch, sertifikat, surprise session, dan malam kebudayaan. Untuk sesi seminarnya gue milih tema Media, Kreativitas, dan Sudut Pembaharuan. Sebenernya sebelum sesi seminar yang dimulai jam 13.00, ada sesi pembukaan yang dipimpin Program Director IYC dan seminar pembuka tentang Pendidikan sebagai warming up session dengan pembicaranya yaitu Najeela Shihab dan Anies Baswedan. Sayang gue gak bisa ikut seminar itu karena booth tiket on the spot baru dibuka jam 12 sedangkan acara dimulai jam 10.25 :(

Pembicara dalam sesi Media adalah jurnalis senior Putra Nababan dan Najwa Shihab. Mbak Nana sebagai pembicara awal menjelaskan dan akhirnya membuka mata kami tentang pentingnya Media Literasi. Sebagai pemuda yang kritis dan pastinya pikiran kita tidak mau dengan mudah disetir oleh berbagai kepentingan beberapa pihak, budaya Media Literasi perlu ditanamkan sejak dini. Bukan hanya saat sudah remaja tapi sejak dari bangku SD adalah lebih baik. Karena survey membuktikan bahwa keseluruhan jumlah masyarakat Indonesia dominan memperoleh informasi atau berita terkini lewat televisi. Sedangkan masyarakat Indonesia yang berusia remaja dominan mendapat informasi/berita lewat internet. Sedikit sekali persentasenya yang memperoleh informasi lewat media koran, majalah, dan radio. Padahal seperti yang dikatakan Bang Putra, "Internet itu menyajikan kecepatan. Fast, fast! Kalau ingin mendapat perspektif maka bacalah koran". Ya itu memang benar. Internet cenderung menghadirkan kecepatan update berita bukan keaktualan berita. Sebagai warga kota Metropolitan yang dinamis, hal ini tidak salah. Namun perlu dibarengi dengan rutinitas membaca koran agar tetap mendapat sudut pandang dalam suatu bahasan masalah. Dan televisi pun seperti yang sudah kita ketahui beralih fungsi seperti layaknya industri. Tak heran jika sekarang kita lihat di beberapa stasiun televisi ada yang pemberitaannya 'lebay' atau kadang menyudutkan suatu pihak. Itu semua adalah fenomena mata rantai yang sulit diputuskan lingkarannya. Lalu bagaimana? Sebagai pemuda pemudi Indonesia yang kritis dan oenyoe, kita harus membentengi diri dari segala intervensi negatif media yang kerap kali memapar kita. Hal ini lah yang disebut Media Literasi. Media Literasi adalah kemampuan untuk menganalisis dan mengevaluasi pesan media yang menerpanya, baik yang bersifat informatif maupun yang menghibur. Jadi informasi apapun yang kita terima jangan ditelan mentah-mentah. Analisa dan cari tau lebih dulu lagi secara mendalam mengenai informasi atau isu tersebut. Jangan sampai kita termakan kabar burung atau berita karangan yang sengaja dilempar ke publik untuk menganggu stabilitas NKRI.


 Setelah seminar Media yang cukup membuka mata dan pikiran gue, lanjut ke sesi seminar 'becandaan'. Haha gimana gak becandaan orang pembicaranya Joko Anwar dan Mirwan Adnan. Yak pas sekali buat mendinginkan otak kami yang mulai ngepul saat berdiskusi di sesi seminar Media tadi. Suasana seminar Kreativitas lebih cair dan dihujani banyak canda tawa. Tema seminar kali ini adalah Kreatif dalam Menyampaikan Aspirasi. Awalnya gue sempet bingung kenapa bukan Yoris Sebastian sebagai pembicaranya. Akhirnya gue mention-lah si Creative Junkie ini di twitter. Dan dia pun membalasnya, bilang kalo sebenarnya tahun lalu dia yang menjadi pembicara sesi Kreativitas ini dan gantian lah sama yang lain, begitu katanya. Sungguh memang orang yang baik :) Tapi ada yang gak baik, yaitu Helmi Tanthawi, partner in crime gue sedari SMA yang juga satu visi dengan gue. Dia iri dan shock karena tweet gue dibales seorang Yoris Sebastian. Dia pun segera melakukan hal yang gue lakukan tadi. Me-mention dan menanyakan kenapa Yoris gak jadi pembicara sesi ini yang padahal dia sudah mengetahui jawabannya tadi. Dan dia pun kegirangan saat tweetnya juga dibales Yoris dan dia sok-sokan nanya-nanya terus. Dia pun memamerkan tweet-tweetnya ke gue. Sungguh childish dan tidak patut ditiru…
Oke lanjut ke ulasan mengenai seminar Kreativitas ini.  Bang Joko memulai presentasinya dengan gaya santai dan bahasa yang santai pula. Tak lupa jokes juga dilemparkan ke audience secara alami dan tanpa dibuat-buat. Uh! Sungguh gue sangat mengagumi bang Joko. Dari cara ngomong bahkan jokes dia, gue tau isi kepalanya itu berbobot. Dia juga seorang yang idealis. Konsep film yang digarapnya juga pasti punya ciri khas dan ada sentuhan kreativitas tingkat dewa. Janji Joni adalah salah satu karya terbaiknya yang jadi favorit gue. Benang merah dari topik ini: Kreativitas dalam Menyampaikan Aspirasi adalah penyaluran aspirasi dapat dilakukan dengan jalan-jalan yang kreatif salah satunya dalam format film. Hemmm… jadi kangen bikin proyek film semasa SMA dulu bersama teman-teman IPA 1 :D
Pembicara kedua adalah Mirwan Adnan. Oke. Hem. Skip.



Jam 16.10 sesi seminar ketiga dimulai, Sudut Pembaharuan. Pembicaranya adalah Ibu Tri Mumpuni, insinyur pertanian IPB yang mendedikasikan dirinya untuk menerangi 60 dusun terpencil di Indonesia dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). 5 menit pertama, fine. 5 menit kemudian, sudah mulai buyar konsentrasinya apalagi pas ketemu slide itung-itungan angka yang ngebahas listrik blablabla. 30 menit, hoaaamm. Gue tengok samping kiri, dan partner gue si kebo Helmi, tidur! Gue sikutlah dia. Pembicara kedua, Bapak Budi Soehardi pendiri Roslin Orphanage di NTT. Gue udah pernah tau tentang beliau saat baca suatu artikel di Kompas. Orang hebat dan… sangat berhati mulia-lah intinya beliau ini. Beliau ngejelasin tentang awal berdirinya Roslin Orpahanage yang tidak pernah direncanakan itu. Dan… yang mengejutkan gue adalah, di saat bercerita pada kami pun ia sempat terdiam beberapa saat dan terbata ngomongnya. Ia menangis! Walaupun gak mengerung-gerung lebay sih nangisnya tapi ia seperti merasakan kenangan pahit lagi saat flashback cerita ke kami. Gue juga sempat terharu tapi gak bisa keluar air mata. Gue cukup 'merinding bulu romaku' saja saat diperlihatkan slide yang berisi foto-foto anak asuh di Roslin Orphanage sana dan kegiatan sehari-hari mereka. Ada anak yang sengaja dibuang orang tuanya dan sampai di Panti Asuhan Roslin dalam keadaan menyedihkan: malnutrisi atau kita biasa sebut kurang gizi/gizi buruk yang tandanya terlihat seperti tubuh kurus dimana hanya seperti tulang berbalut kulit namun dengan perut buncit dan wajah lesu. Sedih liatnya. Tapi gak melulu sedih, cerita prestasi juga ada. Anak asuh terbesar mereka saat ini sedang kuliah di jurusan kedokteran salah satu universitas negeri di Surabaya (kalo gak salah) lewat jalur seleksi super ketat. Wow! Hebat sungguh! Kalo mau tau tentang cerita Pak Budi bersama istrinya Bu Peggy dan anak-anaknya membangun Roslin Orphanage silahkan googling sendiri karena maaf gue gak sempet memberikan tautannya.

Now, it's time to surprise session! Hooray! Siapa sih yang bakal jadi pembicara di surprise session kali ini? Gak ada satupun audience yang tau. Kami hanya bisa berharap-harap cemas. Gue pun sempat beramsumsi bahwa guest speakernya bakalan Yoris Sebastian. Eaaaa terus aja Yoris semuanya. Hem.
Jerengjeeeeng… Dan pembicaranya adalaaaah… Desy Anwar dan Jay Subiaktoooooo!! Yeay! Tante Desy Anwar menjadi salah satu speaker favorit di gelaran IYC tahun lalu dan banyak yang nge-request supaya Tante Desy diundang lagi. Kalo Om Jay adalah karena ia salah satu role model lokal yang sungguh menginspirasi karena kecintaannya pada budaya Indonesia. Nah, Tante Desy memulai speakingnya dengan santai dan menyapa kami dengan hangat. Ia memberi kami 'wejangan' mengenai banyak hal. Mulai dari tips mencapai sukses yang akan gue tulis poin-poinnya di postingan selanjutnya sampai 3 orang yang menginspirasinya. Yaitu Dalai Lama, Richard Branson si empunya Virgin Airways, dan Kitaro. Ketiga tokoh tersebut pernah diwawancarai secara eksklusif oleh Tante Desy. Satu hal yang gue pelajari dari Tante Desy, dia senang mengenal dan bergaul dengan banyak orang. Dia juga senang berdiskusi tentang hal apapun bersama orang lain. Dan dia juga selalu melihat sisi positif seseorang, mempelajari proses hidupnya, dan mengambil hikmah dari setiap masalah atau kejadian yang menimpa tokoh tersebut sebagai bahan pembelajaran untuk dirinya yang selanjutnya akan ia sebarkan ke orang lain. And those are what I have done, on-going process actually. I love to meet new people, discuss with them. And I adore to learn about their personality which can rich my knowledge and also improve my personality to be better. Nah, abis denger 'wejangan' dari Tante Desy itu, jadi makin semangat deh gue buat mengfungsikan segentongasa ini menjadi seperti tujuan awalnya yaitu berisi kisah-kisah inspiratif para tokoh yang sukses duluan. Inget ya, tokoh yang sukses duluan, berarti ada kemungkinan gue, lo, atau orang lain di luar sana yang kemudian akan menyusul kesuksessannya dan gue posting cerita sukses lo itu di segentongasa ini suatu saat. Be prepared ya guys! :D
Lanjut ke Om Jay, gak banyak embel-embel apapun, ia langsung menyuruh operator buat nanyangin film-film pendeknya yang suka dijadiin iklan rokok itu loooh. Ciri khas dari tiap film-nya Om Jay adalah unsur kebudayaan Indonesia dan wanita asli Indonesia sebagai ikon dalam filmnya. Dua unsur yang menurut gue kuat banget karakternya. Asli merinding banget pas diputerin video yang berdurasi sekitar 3-5 menit ini. Ada beberapa video yang ia putar. Dan kesemuanya membius kami! Apalagi dengan lampu ruangan yang diredupkan juga sound yang menggelegar. Tepuk tangan riuh penonton mengakhiri penanyangan video-videonya Om Jay. After taste: Your Nasionalism has been recharged!
Kalau sebelumnya Yoris Sebastian, Joko Anwar dan beberapa public speaker kenamaan Tanah Air seperti Erwin Parengkuan, Sarah Sechan, dan Becky Tumewu sudah lebih dulu masuk dalam role-model-list gue, selanjutnya gue akan memasukkan nama Desy Anwar dan pastinya Jay Subiakto. Di saat gue hanyut sendiri dalam lamunan role-model-list gue itu, tiba-tiba kuping gue menangkap suatu kalimat dahsyat yang berasal dari pembicara, "… and the next role model is YOU!"
Deg! Speechless… Bagai tamparan. Sungguh! Di momen yang sangat tepat Om Jay berhasil menyulut kembali semangat gue. Mengaktifkan kembali hormon adrenalin gue yang sempet naik turun terus selama ini. And yeah...  You definitely rocks Om Jay! \m/


Acara selanjutnya adalah Malam Kebudayaan yang menampilkan Alexa, The Trees and The Wild, Saratus Persen dan fashion show yang dipromotori oleh clothing line, Mosseux. Berhubung malam sudah menjelang, sorry maksudnya sudah mulai larut karena udah hampir jam setengah 9, gue dan si Helmi pun bergegas keluar Upper Room buat pulang tanpa sempat liat performance Malam Kebudayaan satu pun, tapi sempet ditahan sama beberapa panitia yang jaga pintu supaya nonton video mapping panitia IYC dulu. Oke kita liat videonya dulu. Walaupun gak sempet liat performance Alexa dkk, tapi gue tetep punya foto acaranya kok :D




Setelah selesai buru-buru deh meluncur ke Stasiun Sudirman dan naik Commuter Line terakhir ke Bogor. Hhhhh selesai lah rangkaian acara yang berlangsung dari pagi tadi. Kalo si kebo Helmi matanya udah sayup-sayup selama di Commuter Line, gue gak sama sekali. Ya, dampak charged dari orang-orang hebat itu yang kembali mengaktifkan semua saraf kreativitas dan semangat gue. Tulisan dan blog ini pun gak akan terupdate kalo gak karena semangat dan mood gue naik lagi setelah beberapa bulan sempet drop.

Yak, keseluruhan acara IYC 2011 dapat dikatakan sukses dan meriah. Selanjutnya apakah tahun depan gue akan ikut menjadi peserta lagi atau akan kah menjadi panitia? Haha belum tau sih. Yang pasti, siapkan dirimu untuk Indonesian Youth Conference 2012! Karena Masa Depan Dimulai Dari Sekarang!

 Picture from: http://limitdoesntexist.wordpress.com (sorry forgot to bring camera, jadi minta deh :p)






Kamis, 21 Juli 2011

Review Film: 2012


Dampak setelah nonton film 2012. arahan sutradara Roland (sorry I forgot his last name although it was just 3 minutes left ). Bukan film horror, bukan juga drama romantis, apalagi komedi. No, it really a serious film. Bukan juga dapat dikategorikan sebagai fiksi-ilmiah karena ini semua jauh di luar batas nalar kita sebagai makhluk ciptaan-Nya yang diberikan kemuliaan berupa akal pikiran (baca: manusia). Mungkin gue lebih milih nonton film horror atau thriller daripada film ini. Gak ada genre yang tepat buat mengkategorikan film ini. Kalo film ini mengisahkan tentang "The End of The World", it was! Dan gak berlebihan kalo bilang ini adalah genre film 'terakhir', karena ga ada yang akan mengikutinya. Apa efek setelah lo nonton film horror? Takut, pasti. Terbayang-bayang, ya emang selalu begitu. Tapi pada akhirnya lo akan bisa tidur juga kan? And time goes by, you forget it. Ya, begitulah industri film di 'dunia' kita. Lo harus membayar untuk kesan visual yang lo nikmati, yang semakin hari semakin spektakuler saja memanjakan mata serta agak menyetir pikiran kita demi kepentingan sebagian kalangan, oke put the blame on POLITIC. Yes, I really hate this word. Don't say why, when I heard this thing, it feels like some ridiculous things are going to hit you and sink you down. Let's say conspiracy. Gue juga ga terlalu paham dengan semua itu dan mencoba untuk tidak terlalu tertarik mendalaminya karena itu terlalu bahaya menurut gue.

Hem oke beralih dari masalah konspirasi dan politik yang berbau tidak sedap didengar, sorry I have to say, you are going to hear the worst part. Balik ke film "2012" yang barusan gue tonton. Ribuan tahun lalu dari saat tulisan ini dibuat, suku Maya sudah memprediksikan bahwa tepat tanggal 21 bulan 12 tahun 2012 Bumi akan mengalami kesejajaran dengan Matahari dan benda-benda angkasa lainnya. Kerak Bumi yang sudah semakin tua pun akan ikut mengambil alih dari bencana maha dahsyat ini. Terlepas dari perhitungan teknis, yang gue inget, akan terjadinya erupsi di Matahari dimana lo tau kan emang suka ada badai kecil atau tornado (tentu materialnya api) di Matahari itu sendiri, nah ini versi 1000 trilliun lebih besar, panas, dan tentu saja membahayakan. Erupsi Matahari ini akan memancarkan gelombang radiasi ke Bumi yang akan memanaskan planet ini. Dan pemanasan itu semua bermula dari bawah kaki kita. Kedalaman sekitar 20.000 kaki. Singkat cerita, disaat semuanya sudah hancur lebur. Gak bisa bayangin yang sesungguhnya akan terjadi pada dunia kita ini, namun berdasarkan film tersebut, silahkan bayangkan gunung berapi yang mengeluarkan lahar panas tiba-tiba muncul dari permukaan tanah di suatu pulau paling indah di masa kita dulu, banjir bandang yang menyapu seluruh kota, gempa lebih dari 12 skala Richter yang bukan saja menggoyangkan jembatan Seattle tapi juga menerbangkan semua jalan layang (yes they went to their real meaning: fly over street), membuat gelombang Tsunami 9000x lebih dahsyat dari yang pernah menghantam Aceh dan Jepang, kalo udah gitu jangan pernah memikirkan tentang gedung kaca pencakar langit dengan arsitekstur terkini bergaya modern nan futuristik, justru benda itulah yang akan hancur pertama. Patung Jesus Christ yang ada di sebuah bukit di Brazil hancur lebur, gemerlap lampu temaram menara Eiffel pun tenggelam ditelan bumi beserta semua kenangan romantis generasi ke generasi. Kedengeran kacau banget bukan? Engga. Gak kacau sih tapi ini KACAU BANGET. So who the man that can fix all of this? No one. No body. Because this is The End of The World.

Sebagai film Hollywood, ga mungkin mereka tidak menyisipkan propaganda Pro-Amerika atau penguatan kekuatan dan kekuasaan negara adidaya tersebut, yang sering disuntikkkan dalam film dalam dosis kecil namun rutin dan bertahap. Dan lebih tidak mungkin apabila akhir cerita ini adalah semua orang mati dan sebelum mati itu mereka berdoa pada Tuhan mereka. Jangankan itu, tidak mungkin lagi apabila mereka di saat genting dan momen Aku-Ingin-Lari-Sebisaku berkonsentrasi dengan sangat pada penyiapan dan operasional Spaceships. Spaceships? Ya, para orang-orang tidak beriman itu mencoba melawan takdir tuhan dengan akal mereka. Mengerjakan proyek Kapal Ruang Angkasa yang dipakai untuk menyelamatkan diri dari 'akhir dunia'. Mock on their stupidity. Akal manusia yang sudah diberikan Allah SWT tidak akan bisa menembus dimensi pemikiran seperti itu. Satu yang benar dari film ini, "when this time is coming, people will going to be anarchy". Dan memang itu yang sesungguhnya akan terjadi. Dari buku Islam eceran jaman dahulu yang pernah gue baca, saat kiamat itu kita ga akan peduli sama harta benda, orang terkaya di dunia, artis cantik atau penyanyi ganteng, pacar, keluarga, bahkan orang tua kita sendiri. Because it's time to save yourself and you are in a rush! Bayangin lo dikejar badai Tsunami dengan kapal pesiar besar yang terombang-ambing tak berdaya di atasnya sedang menuju ke arah lo, sedangkan disitu ada pemain drum jago, hebat nan ganteng yang memanggilmu minta pertolongan. What will you do? Run and leave him of course! Tapi naudzubillahimindzalik! Jangan sampe kita ngerasain kayak gitu. Karena (masih menurut buku  yang gue baca) orang-orang yang sempat merasakan pedihnya kiamat  adalah orang-orang yang kena azab.

Masih inget cerita Nabi Nuh kan? Banjir bandang datang menyapu semua daratan dan Nabi Nuh sebelumnya sudah menyiapkan sebuah kapal super besar di atas suatu pegunungan sebagai langkah penyelamatan dirinya beseta umat dan hewan-hewan lainnya atas perintah Allah SWT. Konsep itulah yang diadopsi dari penciptaan Spaceship di 2012 ini. Tapi lo tau kan ini mustahil. Ga ada yang bisa selamat dari kiamat yang sudah ditakdirkan Allah itu. Yang udah tertulis di Lauhul Mahfudzh sebelum Allah SWT menciptakan dunia ini. Terus apa perlu kita takut? Ya. Tapi takut dan mohon ampunan lah kau pada Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam Semesta. And it must be do from now on. Sebagai makhluk beragama yang alhamdulillah mendapat nikmat paling indah: nikmat Islam, kita harus percaya bahwa hari akhir itu akan datang. Tapi kan? Tak seorang pun tahu. Bahkan malaikat pun tidak ada yang mengetahuinya. Apalagi suku Maya kan? Jadi selama manusia masih bisa memprediksi tanggal dimana Hari Akhir itu akan tiba, menurut gue kita tidak perlu terlalu memusingkannya. Tapi jangan juga dianggap sepele. Benar Bumi ini sudah tua. Dan mungkin keseimbangan alam juga sudah lelah menjaga kestabilannya, they need some Big Bang! Again. Don't ever feel fear. Come back to Your Honour. Allah SWT. Mohon ampun dan minta perlindungan padaNya. Karena Dialah satu-satunya penyelamat bagi kita, Sang Secuil dari Alam Semesta. Karena seperti kalimat persuasif pada cover film ini. Yes, We Were Warned!


Minggu, 01 Mei 2011

Life is Never Serious :D

Hidup gak mesti selalu serius. Justru saat kita memandang dunia dan hidup ini dengan sebuah perspektif yang berbeda, muncul rasa unik dan tertantang. Bayangkan Anda melihat dunia dengan pandangan 180 derajat terbalik, banyak hal lucu terlihat. Gedung pencakar langit yang ujungnya runcing seperti jarum suntik yang siap membius seorang pasien, pohon beringin pasca hujan seperti brokoli dalam panci sup, dan orang-orang yang seolah berjalan di atap dengan kepala di bawah. Sama halnya dengan melihat suatu problema, coba lihat dengan sudut pandang yang lain. Tidak dengan cara yang biasa orang pikirkan. Melihat suatu problema dengan kacamata yang tidak biasa akan membuat kita lebih mensyukuri atas problem yang kita dapat (prinsip orang Jawa: untung cuma jatuh dari motor coba kalo sampe kelindes, gimana coba aku ini? ---> udah kena musibah masih aja untung haha), membuka wawasan dalam hal penyelesaian masalah, dan yang terpenting adalah mengambil hikmah atas problema yang didapat. Hal ini dapat dijadikan refleksi diri dalam hal sifat, sikap, dan kebiasaan diri sendiri. Tentunya semua mengarah pada peningkatan kualitas hidup.
Haha oke terlepas dari tulisan serius di atas yang sebenernya ditulis dalam suasana tidak serius karena gue yang senyam-senyum sendiri lantaran geli campur gak percaya baca tulisan gue sendiri. Dimana tulisan tersebut berisi kata-kata bak penyair ulung hahahaha.
Baiklah, berkaitan dengan kelucuan hidup, kelindes motor, juga dunia terbalik, atau sup brokoli atau entahlah apa lagi yang tadi gue tulis di atas, gue mau berbagi link ke blog-blog yang sudah gue kunjungi dan menurut gue ini sangat LUCU! Totally entertaining! jadi di tengah kesibukan lo mengejar mimpi, tak ada salahnya rehat sejenak untuk menyempatkan diri mengunjungi salah satu blog ini untuk melepas tawa dan dahaga (bacanya sambil minum yaa :p)
Nguping Jakarta ---> siap-siap ngakak guling-guling yaaa
10blogyangkubaca  ---> pintu gerbang dimana gue memulai blogwalking. And actually it's really fun! just try it!
oke see ya on next posting. can't wait to see what will i write then. there's so much thought around here (pointing on my own head). see ya! :D

Welcome!

Halo bloggers dan para pengunjung! Selamat datang di SegentongAsa! Kalung bunga dan welcome drink-nya bisa didapatkan dari para waitress kami.  Hahahaha. Kenapa mesti SegentongAsa? Jadi inget empal gentong ga sih lo? Hahaha. Yaaa sebelum memulai tour di blog saya ini, ada baiknya Anda mengetahui sejarah di balik penamaan site yang satu ini.
Officially, blog ini dalam rencana awal saya akan diisi oleh kata, kalimat, dan cerita inspiratif dari para orang hebat yang akan memotivasi kita meraih apa yang kita impikan. Dan pada awalnya SegentongAsa akan saya publikasikan khususnya ke adik-adik kelas kita yang akan menempuh Ujian Nasional. Tidak dapat dipungkiri memang bahwa Ujian Nasional (UN) sudah menjadi momok yang menakutkan bagi para siswa kelas 3 baik SMP ataupun SMA. Hal ini terjadi turun temurun dari angkatan yang satu ke angkatan selanjutnya selama UN masih diberlakukan. Kisah pahit para siswa yang dinyatakan tidak lulus menjadi bayangan hitam yang terus menghantui mereka. Segala daya upaya mereka kerahkan untuk dapat lulus Ujian Nasional. Tak hanya lulus Ujian Nasional yang menjadi kekhawatiran mereka. Mereka pun berupaya meraih impian untuk dapat diterima di universitas dambaan mereka. Sebutlah ITB, UGM, UI, Unpad, IPB, UNAIR, UNS dan universitas negeri lain di Indonesia. Saya sendiri mengalami pergulatan yang tak mudah untuk menembus persaingan memperebutkan 1 kursi di Universitas Negeri tahun lalu. Berbagai emosi terluapkan dalam kurun waktu 1 semester atau 6 bulan. Perasaan excited,  khawatir, sedih, dan lelah campur aduk. Belum lagi hasrat meraih impian serta gairah untuk terus belajar berlomba-lomba menguasai emosi ini. Tapi apa daya, kondisi otak sudah terlalu lelah menampung paksaan nafsu akademis, di samping kondisi psikologis tak bisa terus dipaksa untuk mengeluarkan mood baik agar bersemangat belajar. Semua komponen tubuh kita sudah terlalu lelah! Tapi kembali hasrat meraih impian menguasai segalanya. Akhirnya dipaksalah otak ini untuk terus menghapal rumus-rumus termodinamika atau konsep pasar dan berbagai perhitungan ekonomis dan matematis lainnya. Hal inilah yang sering kali menjadikan proses Belajar-Sampai-Tengah-Malam kita menjadi tidak efektif. Mood sedang tidak baik, otak terlalu lelah, lalu bagaimana rumus-rumus tersebut dapat sampai ke lobus oksipitalis?
Berkaca dari perjibakuan SIMAK UI, UMB, dan SNMPTN tahun lalu membuat saya -berjanji pada diri saya sendiri- untuk melaunching blog dengan nama SegentongAsa yang akan merepresentasikan seberapa besar dan banyaknya asa (harapan) yang kita miliki. Bayangkan gentong yang besar dan bulat berwarna coklat, terbuat dari tanah liat dan terlihat corak-corak kehitaman bekas dari tungku perapian yang menampung asa-asa kita ini. Perlu ditekankan lagi bahwa gentong kita disini akan menampung asa bukan empal oke? Rencananya blog ini akan dirilis 4 bulan sebelum UN SMA dilaksanakan  yaitu sekitar akhir tahun 2010. Tapi kenyataannya sampai seminggu UN SMA rampung blog ini belum juga dilaunching -__-
Yaa maafkan saya karena kesalahan ini diakibatkan oleh saya yang tidak bisa membagi waktu dan cenderung procrastinator. Kehidupan awal dunia perkampusan memang banyak menyita waktu, energi, dan konsentrasi. 1,5 semester saya anggap cukup untuk membuat saya menyesuaikan diri. Selanjutnya di sisa semester 2 ini, semoga saya bisa produktif mengisi blog ini. Belum tahu akan diisi oleh materi apa. Apakah kembali ke materi rencana awal atau banting setir menjadi blog kuliner? (what do you think about it?) haha ironis! Yasudahlah yang penting blog ini harus tetap hidup adanya. Baik, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahiiiim blog ini resmi saya bukaaa…
*potong pita
*plok plok plok plok
:D :D :D